Pada era penerbangan global yang semakin kompleks dan dinamis, keselamatan tetap menjadi pilar utama dalam menjamin keberlangsungan dan kepercayaan publik terhadap transportasi udara. ICAO melalui Universal Safety Oversight Audit Programme (USOAP) dengan pendekatan Continuous Monitoring Approach (CMA), telah mengembangkan sistem audit keselamatan yang progresif dan berkelanjutan untuk menilai dan memperkuat pengawasan keselamatan penerbangan di 193 Negara anggotanya, dari awal program ICAO USOAP yang bersifat tradisional secara reaktif dan terjadwal, menjadi USOAP-CMA yang bersifat proaktif, berkelanjutan, dan adaptif. Metode CMA yang memungkinkan ICAO dan Negara anggota untuk lebih cepat mengidentifikasi risiko keselamatan, memperbaiki celah sistemik, serta membangun lingkungan penerbangan global yang aman dan terpercaya.
Dalam kontek tersebut direktorat navigasi penerbangan – ditjen hubud – kementerian perhubungan memiliki peran strategis dalam memastikan penyelenggaraan navigasi penerbangan untuk memenuhi ketentuan nasional dan standard internasional yang ditetapkan oleh international Civil Aviation Organization (ICAO) diruang udara Indonesia, dimana kepatuhan terhadap regulasi, penguatan kompetensi personel, pemanfaatan teknologi navigasi, pelaporan potensi bahaya, serta pengawasan yang berkelanjutan menjadi bagian penting dalam membangun sistem keselamatan yang bersifat proaktif.
Dengan berkolaborasi dan bersinergi dengan AirNav Indonesia serta seluruh pemangku kepentingan penerbangan akan semakin memperkuat upaya identifikasi risiko dan pencegahan kecelakaan sebelum terjadi dalam upaya preventive, corrective dan predictive. (Taruna Jaya, Jakarta).